بسم الله الرحمن الرحيم
إِنَّ الْحَمْدَ لِلهٍ نَحْمَدُهٌ وَنَسْتَعِيْنُهٌ وَنَسْتَغْفِرُهٌ وَنَعُوذٌ بِاللهِ مِنْ شُرٌرِ اَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّأَٰتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِ اللهُ فَلًا مُضِلَّ لًهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلًا هٰدِيَ لًهُ أشهد ان لاإله إلا الله وحده لا شريك له واشهد ان محمد عبده ورسوله الذي لا نبي بعده اللهم صل على سيدنا محمد وعلى اله وَصحابه إلى يوم القيامة. أما بعدقال الله تعلى في القرأن الكريم، أعوذ بالله من الشيطان الرجيموَمَنْ أَعْرَضَ عَن ذِكْرِي فَإِنَّ لًهُ مَعِيْشَةَ ضَنْكَا وَنَحْشُرٌهٌ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَعْمَى.. الأية
Hadirin rohimakumulloh,
alhamdulillah segala puji hanya milik Alloh yang mana atas limpahan nikmat-Nya yang telah Ia berikan kepada kita, kita dapat berkumpul dalam majelis dzikir yang insya Allah di muliakan oleh alloh swt.Shalawat serta salam semoga selamanya tercurahkan kepada junjunan alam nabi besar Muhammad saw, kepada keluarganya, para sahabatnya, para tabi’in dan sampailah kepada kita selaku ummatnya, amin..
Hadirin rohimakumullah
Galau adalah trend remaja masa kini, mereka yang galau rata2 adalah mereka yang mempunyai permasalahan, khususnya di bidang percintaan.
Ada orang yang karena putus cinta galau, setelah galau hatinya menjadi tidak tenang bahkan bisa jadi bunuh diri karena kegalauannya itu.
Mengapa bisa galau? Karena mereka hanya memikirkan cintanya kepada wanita, cintanya kepada makhluk yang sejatinya tak akan bertahan lama. Mereka tidak ingat akan cinta yang kekal dan abadi . yaitu cinta kepada allah.
Coba bayangkan apabila yang kita cintai adalah allah maka yang akan kita ingat adalah alloh. Dan karena mengingat Allahlah galau itu akan hilang.
Ketika punya permasalahan , ingat kepada allah. Ketika punya nikmat ingat kepada allah.
Di saat hati galau ingat allah, saat hati tenang ingat allah, allah..allah dan allah. Maka tak ada celah bagi diri ini untuk galau jika yang kita ingat hanyalah allah.
Sejatinya mengingat allah sering di sebut Dzikrullah, artinya mengingat allah.
Dzikir menurut bahasa adalah “mengingat”, sedang menurut istilah islam ialah mengingat Allah swt baik dengan perkataan, perbuatan atau dengan hati. Baik secara dzahar ataupun sirr(tersembunyi) dengan tujuan beribadah dan mengharapkan ridha Allah swt.Dzikir ini di perintahkan oleh Allah swt sebagaimana dalam firman-Nya yang artinya “ ingatlah (berdzikirlah) kalian kepada-Ku maka niscaya kami pun akan mengingat kalian..”,Dalam terjemahan ayat diatas jelaslah bahwa barang siapa yang selalu mengingat (berdzikir) kepada Allah, maka niscaya Allah pun akan selalu mengingat kita. Dalam keterangan lain dikatakan bahwa “ingatlah engkau kepada-Ku di waktu lapang maka niscaya Aku akan mengingat mu di waktu sempit”, hal tersebut menunjukkan betapa pentingnya mengingat Alloh baik di waktu kita lapang ataupun waktu sempit dan di waktu kita sehat ataupun sakit, karena sesungguhnya Alloh akan selalu mengingat hambanya di kala hambanya mengingat-Nya.Bahkan Allah akan memberikan pahala yang berlipat bagi orang yang mengingat dan bersyukur kepada-Nya dengan menambahkan segala bentuk kenikmatan yang begitu luas kepada kita.
Hadirin rohimakumullah,
itulah ganjaran bagi orang-orang yang selalu mengingat dan bersyukur kepada Allah. Sekarang mari kita coba menguak bahaya bagi orang yang melupakan dzikir kepada Allah atau tidak mengingat allah swt.
Pada ayat pertama yang sudah saya bacakan (ayat).Yang artinya “ dan barang siapa yang yang melupakan dzikir(ingat) kepada-ku, maka sesungguhnya baginya adalah kehidupa yang begitu sempit dan kelak pada hari kiamat ia akan di kumpulkan dalam keadaan buta”.
Hadirin rohimakumullah
isi kandungan dari ayat diatas ialah mengandung ancaman kepada kita yang melupakan dzikir (ingat) kepada Alloh swt. Ketahuilah dan waspadailah wahai para hadirin semua, bahwasannya ancaman yang pertama dalam firman Allah di atas ialah kehidupan kita akan serba sempit jika kita melupakan Allah, karena hanya Allah lah yang bisa memberikan kita rizqi yang begitu melimpah, kenikmatan yang begitu mewah bahkan semua bentuk ketenangan dan kenyamanan hidup akan dapat kita raih jikalau kita selalu mengingat Allah swt, namun yang paling di tekankan dalam hal ini kita tidak hanya mengingat Allah saja, akan tetapi kita mengamalkan apa yang Allah perintahkan kepada kita serta menjauhi bahkan meninggalkan apa yang allah larang dari kita.
Ancaman yang kedua bagi orang yang melupakan allah ialah setelah ia mati dan di bangkitkan kembali allah akan mengumpulkan orang tersebut dalam keadaan buta. Coba kita bayangkan betapa malangnya nasib orang yang melupakan Allah swt, di dunia mereka mendapati hidupnya dalam keadaan serba sempit dan di akhirat kelak mereka akan di kumpulkan dalam keadaan buta. Na’udzubillah..Oleh karena itu, mari kita semua mulai belajar mengingat Allah dengan cara meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kita kepada Allah swt, karena tidak ada satu jalan pun untuk menempuh kebahagiaan dunia serta akhirat kecuali dengan meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kita kepada Allah swt.Hanya itu yang dapat saya sampaikan, mohon maaf bila ada salah, semoga apa yang saya sampaikan ini bermanfaat bagi para hadirin semuanya. Amin..Wassalam.. .
Barakallah wa baraka alaika
Sabtu, 22 Oktober 2016
Kamis, 13 November 2014
BIOGRAFI KH.AHMAD DAHLAN PENDIRI MUHAMADDIYAH
BIOGRAFI KH.AHMAD DAHLAN
PENDIRI MUHAMADDIYAH
Kyai
Haji Ahmad Dahlan
lahir di Yogyakarta, 1 Agustus 1868, Nama kecil KH. Ahmad Dahlan adalah
Muhammad Darwisy. Ia merupakan anak keempat dari tujuh orang bersaudara yang
keseluruhan saudaranya perempuan, kecuali adik bungsunya. Ia termasuk keturunan
yang kedua belas dari Maulana Malik Ibrahim, salah seorang yang terkemuka di
antara Walisongo, yaitu pelopor penyebaran agama Islam di Jawa. Silsilahnya
tersebut ialah Maulana Malik Ibrahim, Maulana Ishaq, Maulana 'Ainul Yaqin,
Maulana Muhammad Fadlullah (Sunan Prapen), Maulana Sulaiman Ki Ageng Gribig
(Djatinom), Demang Djurung Djuru Sapisan, Demang Djurung Djuru Kapindo, Kyai
Ilyas, Kyai Murtadla, KH. Muhammad Sulaiman, KH. Abu Bakar, dan Muhammad Darwisy (Ahmad Dahlan).
Pada
umur 15 tahun, ia pergi haji dan tinggal di Mekah selama lima tahun. Pada
periode ini, Ahmad Dahlan mulai berinteraksi dengan pemikiran-pemikiran
pembaharu dalam Islam, seperti Muhammad Abduh, Al-Afghani, Rasyid Ridha dan
Ibnu Taimiyah. Ketika pulang kembali ke kampungnya tahun 1888, ia berganti nama
menjadi Ahmad Dahlan. Pada tahun 1903, ia bertolak kembali ke Mekah dan menetap
selama dua tahun. Pada masa ini, ia sempat berguru kepada Syeh Ahmad Khatib
yang juga guru dari pendiri NU, KH. Hasyim Asyari. Pada tahun 1912, ia
mendirikan Muhammadiyah di kampung Kauman, Yogyakarta.
Sepulang
dari Mekkah, ia menikah dengan Siti Walidah, sepupunya sendiri, anak Kyai
Penghulu Haji Fadhil, yang kelak dikenal dengan Nyai Ahmad Dahlan, seorang
Pahlawanan Nasional dan pendiri Aisyiyah. Dari perkawinannya dengan Siti
Walidah, KH. Ahmad Dahlan mendapat enam orang anak yaitu Djohanah, Siradj
Dahlan, Siti Busyro, Irfan Dahlan, Siti Aisyah, Siti Zaharah. Disamping itu KH.
Ahmad Dahlan pernah pula menikahi Nyai Abdullah, janda H. Abdullah. la juga
pernah menikahi Nyai Rum, adik Kyai Munawwir Krapyak. KH. Ahmad Dahlan juga
mempunyai putera dari perkawinannya dengan Nyai Aisyah (adik Adjengan Penghulu)
Cianjur yang bernama Dandanah. Ia pernah pula menikah dengan Nyai Yasin
Pakualaman Yogyakarta.
Dengan
maksud mengajar agama, pada tahun 1909 Kiai Dahlan masuk Boedi Oetomo -
organisasi yang melahirkan banyak tokoh-tokoh nasionalis. Di sana beliau
memberikan pelajaran-pelajaran untuk memenuhi keperluan anggota. Pelajaran yang
diberikannya terasa sangat berguna bagi anggota Boedi Oetomo sehingga para
anggota Boedi Oetomo ini menyarankan agar Kiai Dahlan membuka sekolah sendiri
yang diatur dengan rapi dan didukung oleh organisasi yang bersifat permanen.
Hal tersebut dimaksudkan untuk menghindari nasib seperti pesantren tradisional
yang terpaksa tutup bila kiai pemimpinnya meninggal dunia.
Saran itu kemudian
ditindaklanjuti Kiai Dahlan dengan mendirikan sebuah organisasi yang diberi
nama Muhammadiyah pada 18 November 1912 (8 Dzulhijjah 1330). Organisasi ini
bergerak di bidang kemasyarakatan dan pendidikan. Melalui organisasi inilah
beliau berusaha memajukan pendidikan dan membangun masyarakat Islam.Bagi Kiai Dahlan, Islam hendak didekati serta dikaji melalui kacamata modern sesuai dengan panggilan dan tuntutan zaman, bukan secara tradisional. Beliau mengajarkan kitab suci Al Qur'an dengan terjemahan dan tafsir agar masyarakat tidak hanya pandai membaca ataupun melagukan Qur'an semata, melainkan dapat memahami makna yang ada di dalamnya. Dengan demikian diharapkan akan membuahkan amal perbuatan sesuai dengan yang diharapkan Qur’an itu sendiri. Menurut pengamatannya, keadaan masyarakat sebelumnya hanya mempelajari Islam dari kulitnya tanpa mendalami dan memahami isinya. Sehingga Islam hanya merupakan suatu dogma yang mati.
Di
bidang pendidikan, Kiai Dahlan lantas mereformasi sistem pendidikan pesantren
zaman itu, yang menurutnya tidak jelas jenjangnya dan tidak efektif metodenya
lantaran mengutamakan menghafal dan tidak merespon ilmu pengetahuan umum. Maka
Kiai Dahlan mendirikan sekolah-sekolah agama dengan memberikan pelajaran
pengetahuan umum serta bahasa Belanda. Bahkan ada juga Sekolah Muhammadiyah
seperti H.I.S. met de Qur'an. Sebaliknya, beliau pun memasukkan pelajaran agama
pada sekolah-sekolah umum. Kiai Dahlan terus mengembangkan dan membangun
sekolah-sekolah. Sehingga semasa hidupnya, beliau telah banyak mendirikan
sekolah, masjid, langgar, rumah sakit, poliklinik, dan rumah yatim piatu.
Kegiatan
dakwah pun tidak ketinggalan. Beliau semakin meningkatkan dakwah dengan ajaran
pembaruannya. Di antara ajaran utamanya yang terkenal, beliau mengajarkan bahwa
semua ibadah diharamkan kecuali yang ada perintahnya dari Nabi Muhammad SAW.
Beliau juga mengajarkan larangan ziarah kubur, penyembahan dan perlakuan yang
berlebihan terhadap pusaka-pusaka keraton seperti keris, kereta kuda, dan
tombak. Di samping itu, beliau juga memurnikan agama Islam dari percampuran
ajaran agama Hindu,Budha, animisme, dinamisme, dan kejawen.
Di
bidang organisasi, pada tahun 1918, beliau membentuk organisasi Aisyiyah yang
khusus untuk kaum wanita. Pembentukan organisasi Aisyiyah, yang juga merupakan
bagian dari Muhammadiyah ini, karena menyadari pentingnya peranan kaum wanita
dalam hidup dan perjuangannya sebagai pendamping dan partner kaum pria. Sementara
untuk pemuda, Kiai Dahlan membentuk Padvinder atau Pandu - sekarang dikenal
dengan nama Pramuka - dengan nama Hizbul Wathan disingkat H.W. Di sana para
pemuda diajari baris-berbaris dengan genderang, memakai celana pendek, berdasi,
dan bertopi. Hizbul Wathan ini juga mengenakan uniform atau pakaian seragam,
mirip Pramuka sekarang.
Pembentukan
Hizbul Wathan ini dimaksudkan sebagai tempat pendidikan para pemuda yang
merupakan bunga harapan agama dan bangsa. Sebagai tempat persemaian kader-kader
terpercaya, sekaligus menunjukkan bahwa Agama Islam itu tidaklah kolot
melainkan progressif. Tidak ketinggalan zaman, namun sejalan dengan tuntutan
keadaan dan kemajuan zaman.
Karena semua pembaruan yang diajarkan Kyai Dahlan ini agak menyimpang dari tradisi yang ada saat itu, maka segala gerak dan langkah yang dilakukannya dipandang aneh. Sang Kiai sering diteror seperti diancam bunuh, rumahnya dilempari batu dan kotoran binatang.
Karena semua pembaruan yang diajarkan Kyai Dahlan ini agak menyimpang dari tradisi yang ada saat itu, maka segala gerak dan langkah yang dilakukannya dipandang aneh. Sang Kiai sering diteror seperti diancam bunuh, rumahnya dilempari batu dan kotoran binatang.
Ketika
mengadakan dakwah di Banyuwangi, beliau diancam akan dibunuh dan dituduh sebagai
kiai palsu. Walaupun begitu, beliau tidak mundur. Beliau menyadari bahwa
melakukan suatu pembaruan ajaran agama (mushlih) pastilah menimbulkan gejolak
dan mempunyai risiko. Dengan penuh kesabaran, masyarakat perlahan-lahan
menerima perubaban yang diajarkannya.
Tujuan mulia terkandung dalam pembaruan yang diajarkannya. Segala tindak perbuatan, langkah dan usaha yang ditempuh Kiai ini dimaksudkan untuk membuktikan bahwa Islam itu adalah Agama kemajuan. Dapat mengangkat derajat umat dan bangsa ke taraf yang lebih tinggi. Usahanya ini ternyata membawa dampak positif bagi bangsa Indonesia yang mayoritas beragama Islam. Banyak golongan intelektual dan pemuda yang tertarik dengan metoda yang dipraktekkan
Tujuan mulia terkandung dalam pembaruan yang diajarkannya. Segala tindak perbuatan, langkah dan usaha yang ditempuh Kiai ini dimaksudkan untuk membuktikan bahwa Islam itu adalah Agama kemajuan. Dapat mengangkat derajat umat dan bangsa ke taraf yang lebih tinggi. Usahanya ini ternyata membawa dampak positif bagi bangsa Indonesia yang mayoritas beragama Islam. Banyak golongan intelektual dan pemuda yang tertarik dengan metoda yang dipraktekkan
Kiai
Dahlan ini sehingga mereka banyak yang menjadi anggota Muhammadiyah. Dalam
perkembangannya, Muhammadiyah kemudian menjadi salah satu organisasi massa
Islam terbesar di Indonesia.
Melihat metoda pembaruan KH Ahmad Dahlan ini, beliaulah ulama Islam pertama atau mungkin satu-satunya ulama Islam di Indonesia yang melakukan pendidikan dan perbaikan kehidupan um’mat, tidak dengan pesantren dan tidak dengan kitab karangan, melainkan dengan organisasi. Sebab selama hidup, beliau diketahui tidak pernah mendirikan pondok pesantren seperti halnya ulama-ulama yang lain. Dan sepanjang pengetahuan, beliau juga konon belum pernah mengarang sesuatu kitab atau buku agama.
Muhammadiyah sebagai organisasi tempat beramal dan melaksanakan ide-ide pembaruan Kiai Dahlan ini sangat menarik perhatian para pengamat perkembangan Islam dunia ketika itu. Para sarjana dan pengarang dari Timur maupun Barat sangat memfokuskan perhatian pada Muhammadiyah. Nama Kiai Haji Akhmad Dahlan pun semakin tersohor di dunia.
Dalam kancah perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia, peranan dan sumbangan beliau sangatlah besar. Kiai Dahlan dengan segala ide-ide pembaruan yang diajarkannya merupakan saham yang sangat besar bagi Kebangkitan Nasional di awal abad ke-20.
Melihat metoda pembaruan KH Ahmad Dahlan ini, beliaulah ulama Islam pertama atau mungkin satu-satunya ulama Islam di Indonesia yang melakukan pendidikan dan perbaikan kehidupan um’mat, tidak dengan pesantren dan tidak dengan kitab karangan, melainkan dengan organisasi. Sebab selama hidup, beliau diketahui tidak pernah mendirikan pondok pesantren seperti halnya ulama-ulama yang lain. Dan sepanjang pengetahuan, beliau juga konon belum pernah mengarang sesuatu kitab atau buku agama.
Muhammadiyah sebagai organisasi tempat beramal dan melaksanakan ide-ide pembaruan Kiai Dahlan ini sangat menarik perhatian para pengamat perkembangan Islam dunia ketika itu. Para sarjana dan pengarang dari Timur maupun Barat sangat memfokuskan perhatian pada Muhammadiyah. Nama Kiai Haji Akhmad Dahlan pun semakin tersohor di dunia.
Dalam kancah perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia, peranan dan sumbangan beliau sangatlah besar. Kiai Dahlan dengan segala ide-ide pembaruan yang diajarkannya merupakan saham yang sangat besar bagi Kebangkitan Nasional di awal abad ke-20.
Kiai
Dahlan menimba berbagai bidang ilmu dari banyak kiai yakni KH. Muhammad Shaleh
di bidang ilmu fikih; dari KH. Muhsin di bidang ilmu Nahwu-Sharaf (tata
bahasa); dari KH. Raden Dahlan di bidang ilmu falak (astronomi); dari Kiai
Mahfud dan Syekh KH. Ayyat di bidang ilmu hadis; dari Syekh Amin dan Sayid
Bakri Satock di bidang ilmu Al-Quran, serta dari Syekh Hasan di bidang ilmu pengobatan
dan racun binatang.
Pada
usia 66 tahun, tepatnya pada tanggal 23 Februari 1923, Kiai Haji Akhmad Dahlan
wafat di Yogyakarta. Beliau kemudian dimakamkan di Karang Kuncen, Yogyakarta.
Atas jasa-jasa Kiai Haji Akhmad Dahlan maka negara menganugerahkan kepada
beliau gelar kehormatan sebagai Pahlawan Kemerdekaan Nasional. Gelar kehormatan
tersebut dituangkan dalam SK Presiden RI No.657Tahun 1961, tgl 27 Desember
1961.
(- http://id.wikipedia.org/wiki/Ahmad_Dahlan)
(- http://www.pendongeng.com/biografi-tokoh-indonesia/528-biografi-kh-ahmad-dahlan.html)
(- http://id.wikipedia.org/wiki/Ahmad_Dahlan)
(- http://www.pendongeng.com/biografi-tokoh-indonesia/528-biografi-kh-ahmad-dahlan.html)
Langganan:
Postingan (Atom)
